Monday, 26 September 2016

NgeShare - Meme Comic "Kapur Ajaib"

Sesekali juga perlu hiburan juga kan, biar gak terlalu pusing mikirin tugas kuliah yang udah mulai datang menyerang, semangat ajalah, hehehe...


Yang paham maksud ane tentang meme comic di atas, bisa komentar di bawah ini kok. :D

Friday, 2 September 2016

NgeShare - Penolakan

Maaf, kau terlalu baik untukku.
Kalian mungkin pernah mendengar kalimat tersebut. Ya, itu adalah sebuah kalimat yang mencerminkan alasan atas penolakan perasaan yang mungkin kini dipilih oleh banyak orang. Baik itu wanita ataupun pria yang tidak dapat menerima perasaan dari orang lain yang telah lama suka kepadanya. Ya, sebenarnya memang sah-sah saja dan wajar bila menolak itu dilakukan, sebab rasa cinta memang tak dapat dipaksakan. Setahuku, cinta itu membutuhkan ketertarikan di antara keduanya yang merasakan. Meskipun ada pula yang pada awalnya hanya satu pihak yang merasa, akan tetapi berkat keseriusan dan ketulusan yang telah diungkapkan, akan memungkinkan untuknya memunculkan rasa yang sama kepada pujaan hatinya. Artinya tinggal bagaimana seseorang itu mau berupaya, berupaya untuk dapat menjadikan pujaan hatinya peka, peka terhadap rasa yang telah tersimpan lama. Namun, bila memang tak dapat, apalah daya, ikhlaskan saja, jika jodoh tak akan kemana. Yakinlah bahwa pasti akan ada penggantinya, yang lebih baik yang akan menyayangi dengan setulus hatinya.

Tuesday, 23 August 2016

NgeShare - Bayangan Semata


Suatu hari ketika sedang menunggu kawan di pinggir jalan karena sedang ada urusan, tak sengaja aku melihat seorang perempuan. Perempuan yang terlihat seperti mahasiswi yang tengah berdiri di depanku sambil kulihat ia sedang menatap ke seberang jalan. Ke seberang jalan yang kemudian kusadari ternyata di sana telah banyak berkumpul para pedagang penjual makanan. Lalu aku kembali melihat perempuan itu tadi, bukan karena terlalu terpesona akan parasnya yang memang kuakui cantiknya, namun karena kulihat raut wajahnya yang sepertinya tengah dalam pengharapan yang memandang ke arah para pedagang. Lantas kemudian aku hubungkan tentang bagaimana raut wajah dan tujuan pandangannya itu, dan aku pun mulai menyimpulkan bahwa mungkin ia tengah dalam rasa lapar dan ingin membeli beberapa makanan. Melihatnya, melihat raut wajahnya, aku merasa terbawa, seakan-akan aku merasakan apa yang dia rasa, mungkin jodoh, ah, jangan berandai-andai yang bukan-bukan. Aku tentu sadar diri, aku hanya merasa, merasa lapar sepertinya juga. Ingin rasanya aku membeli panganan yang ada di seberang jalan sana juga, lebih-lebih lagi membelikan perempuan yang kulihat di depanku itu. Namun apalah daya jika uang tak ada, itu semua hanya jadi bayangan semata. (hehehe...)
 
 
Copyright © 2011-2016 | Surya Blog