Wednesday, 12 March 2014

NgeShare - Keadilan, di manakah Kini Kau Berada?

keadilan

Keadilan, di manakah kini kau berada? Dulu kau dekat, dulu kau bersahabat, seperti perekat yang selalu erat melekat. Di mana setiap kesalahan dan kebenaran, tentu kau datang untuk sebuah kebenaran. Tanpa pandang bulu, tanpa melirik itu siapa. Tua, muda, bahagia, menderita, semua sama di matamu. Kau putuskan segala yang terbaik.

Tapi kini engkau mulai menghilang, menghilang dari kami, menghilang dari hidup kami. Entah mengapa kau begitu, apakah engkau mulai bosan dengan kami-kami dari yang susah? Kami dari yang tua, kami dari yang hanya memegang cangkul? Apa yang salah dari kami hingga kau begitu?

Seingat kami, kami hanya melakukan kesalahan-kesalahan kecil, itu pun kami lakukan karena memang kami terdesak. Terdesak oleh tuntutan kehidupan yang semakin beraneka. Kami sadar salah itu memang salah, dan sanksi telah siap menunggu kami. Pasrah dan ikhlas, hanya itu yang dapat kami perbuat. Mengusahakan untuk mengelak, mungkin itu percuma terlebih untuk kami.

Tapi lihat dengan mereka yang besar, mereka yang berdasi. Apapun yang mereka lakukan seperti sesuatu yang selalu benar. Entah salah, entah benar, tetap selalu dianggap benar.

Kesalahan yang mereka, bagai api dalam sekam. Walaupun itu kesalahan yang teramat besar seperti halnya merebut hak-hak kami yang kelaparan. Dengan rasa tak bersalah, mengenyangkan perut-perut mereka yang tak pernah kenyang. Mengelak dari apa yang diperbuatnya, itu mudah bagi mereka. Hingga mereka mampu terlepas dari sanksi yang menunggunya. Seperti tanpa beban.

Apa mereka tak kasihan dengan kami, dengan anak-anak kami? Dan kini kami lihat kau [keadilan] mulai berdatangan kepada mereka. Entah apa yang membuatmu begitu, apa karena kini kau tertarik dengan yang mereka tawarkan? Sungguh itu membuat kami semakin sakit, sakit dan sakit teramat rasanya.

Kami memang sadar, kami bukan siapa-siapa terlebih kami dari golongan yang biasa. Walau kami dari yang biasa, tapi kami tahu mana yang benar dan kami tahu mana yang salah. Dan itu membuat kami tetap tegar, tegar dalam hidup tegar dalam usaha. Karena kami yakin bahwa Tuhan itu Maha Mengetahui, Maha Mendengar serta Maha Penyayang. Setiap perbuatan yang dilakukan umatnya di dunia, tentu akan mendapat ganjaran dariNya kelak di alam yang kekal. Dan kau [keadilan] yang benar-benar nyata, akan nampak saat di dalamnya [alam yang kekal].

NB: diambil dari sebuah ungkapan "sing nggowo pacul ae dicekel, mboso sing ngganggo dasi diumbar. -_-"
, ,
 
 
Copyright © 2011-2017 | Surya Blog