Thursday, 14 August 2014

NgeShare - Restu dan Rencana

Bapak : Le, kini kamu sudah lulus SMK. Setelah ini apa rencanamu ke depan? Kerja atau kuliah? Siapkan rencanamu mulai sekarang.
Saya : Hmmm…..iya Pak, nanti akan saya pikirkan. (Sambil berpikir)
Bapak : Kalau bisa, kamu kuliah dulu seperti mas dan mbakmu. Bapak saran begini, supaya di antara anak-anak bapak ini bisa adil dan sama-sama merasakan.
Saya : Iya Pak, saya nurut saja apa kata Bapak.
Bapak : Sekarang kamu juga sudah besar, kamu harus pandai-pandai mengatur apa yang kamu butuhkan dan tidak. Bapak ndak bisa mencarikanmu kerja, Bapak hanya bisa mencarikanmu ilmu. Jadi pergunakanlah ilmu itu sebaik mungkin untuk masa depanmu kelak. Masa depanmu itu kamu sendiri yang menentukan. Bapak juga ndak minta macam-macam dari kamu, bapak hanya ingin kamu jadi orang yang baik.
Saya : Iya Pak, saya akan berusaha menjadi apa yang bapak harapkan.
Bapak : Nanti kalau kamu benar-benar kuliah, Bapak ndak minta kamu harus jadi yang terbaik atau nomor satu di kelas. Yang penting kamu bisa mengikuti pelajarannya.seny
Ibu : Eh, iya ya Le, sekarang kamu sudah besar. Rasanya seperti baru kemarin Ibu menggendong, memandikan, dan menyuapimu. Dulu waktu kamu kecil, kemana-mana kalau Ibu pergi, kamu selalu ikut Ibu. Kini setelah kamu besar, kalau ibu ajak kemana-mana kamu sudah jarang mau ikut.
Saya : Hehehe……masa’ sih Bu? (Sambil mengingat masa kecil)

Itulah sebuah obrolan, obrolan yang tejadi di keluarga saya. Obrolan di malam hari setelah saya mendapat berita kelulusan dari sekolah. Dari obrolan itu, ya saya menuruti apa kata Bapak, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu universitas. Walaupun sebenarnya waktu itu ada perasaan was-was dan takut kalau-kalau tidak diterima di PTN pilihan. Hal itu jelas saya rasakan, terlebih dengan adanya sebuah mitos yang mengatakan bahwa anak SMK itu sulit untuk bersaing masuk ke PTN daripada anak SMA.

Tapi alhamdulillah mitos tersebut akhirnya dapat saya patahkan. Berkat ridho Allah, restu orang tua dan orang-orang terdekat, serta usaha yang saya lakukan, saya dapat melanjutkan pedidikan di salah satu PTN pilihan saya. Ini menandakan bahwa memang di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Jika dilandasi dengan niat dan usaha yang kuat, apa yang kita impikan mampu untuk kita wujudkan.

Rasa syukur dan senang jelas saya rasakan. Sungguh ini seperti sebuah hadiah, hadiah yang begitu luar biasa indah dari Allah SWT. Ya seperti hadiah, karena hal ini terjadi hampir bertepatan dengan hari kelahiran saya. Kita tahu bahwa hadiah adalah sebuah pemberian atau penghargaan atas apa yang telah kita usahakan. Namun hadiah bukan hanya sekadar pemberian atau penghargaan, tapi juga tanggung jawab. Tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya.

Ayah, Ibu, Mas, Mbak, dan kawan-kawan di Ngawi, kini saya akan memilih jalan ini. Jalan yang telah kalian restui. Mungkin dengan memilih jalan ini, saya akan berpisah sesaat dari kalian yang menanti. Berpisah menuju tempat baru, tempat yang nantinya akan mengajari saya tentang arti sesungguhnya dari mandiri. Saya berjanji bahwa esok ketika saya kembali, saya akan kembali dengan membawa kabar gembira dengan senyum berseri. Menjadi pribadi seperti yang diharapkan di hati. ^_^

,
 
 
Copyright © 2011-2017 | Surya Blog