Sunday, 16 August 2015

Ngeshare - 6 Jenis Konvoi (Selain Konvoi Moge) yang Meresahkan

Belum lama ini jagat maya ramai dengan beredarnya kabar seorang pengendara sepeda yang menegur rombongan konvoi moge di Jogja yang tidak mematuhi isyarat lampu lalu-lintas di sebuah perempatan. Pengendara sepeda yang diketahui bernama Elano tersebut menghentikan sepedanya dan dengan tegas menghentikan konvoi ketika lampu merah menyala. Aksinya tersebut menuai simpati dari para netizen yang sepakat bahwa tidak ada pengistimewaan, siapapun wajib patuh terhadap peraturan lalu lintas.

konvoi Herli Depitson yang diberhentikan pengendara sepeda di Jogja
Seperti yang sudah sering ditemui, konvoi moge ini didampingi voorijder untuk memperlancar perjalanan, maklum saja body motor yang besar membutuhkan ruangan jalan yang tidak sedikit sehingga membutuhkan bantuan untuk kelancaran mobilitas mereka. Yang disayangkan adalah ketika konvoi moge mendapat pengawalan voorijder oleh personel polisi, peraturan lalu lintas sering kali tidak diindahkan, sehingga terkadang konvoi moge menyebabkan terjadinya kecelakaan dengan pengguna jalan lainnya. Memang ada pro dan kontra di sini, salah satunya mengenai boleh tidaknya konvoi moge menerobos lampu merah karena mendapat pengawalan voorijder. Namun apapun kendaraannya, peraturan harus dipatuhi bukan?

Dalam kehidupan sehari-hari memang sering kita temui adanya konvoi yang cenderung meresahkan kedamaian hati masyarakat. Berikut ini beberapa di antaranya :

1. Konvoi Mobil Sport
145538_lamborghini 
Beberapa waktu yang lalu pernah terdengar kabar adanya konvoi mobil sport mewah yang mendapat pengawalan polisi di ibu kota. Sempat terjadi pro dan kontra yang disebabkan oleh ulah peserta yang tidak melengkapi mobilnya dengan plat nomer kendaraan bagian depan yang mestinya wajib ada di kendaraan bermotor. Bahkan presiden klub mobil sport tersebut pernah berkilah tidak adanya tempat untuk memasang plat menjadi penyebab banyaknya peserta konvoi yang tidak memasang plat nomer kendaraan. Ga peduli berapa milyar mobilnya yang namanya plat nomer wajib harus dipasang gaes, lagipula memasang tempat untuk plat nomer harusnya lebih murah daripada harga mobilnya itu. Belakangan, alasan presiden klub tersebut dimentahkan dengan fakta bahwa mobil sport di luar negeri patuh dengan aturan pemasangan plat nomer depan kendaraan.

2. Konvoi Simpatisan Partai Politik
parpols
Kejadian ini marak ditemui ketika musim pemilu tiba. Tanpa pandang bulu, baik itu partai besar maupun partai kelas gurem ada saja simpatisannya yang menjalani ritual konvoi yang tidak tertib. Pelanggaran yang sering dilakukan adalah : mengendarai motor tanpa helm, menerobos lampu merah, penggunaan knalpot bersuara bising, bahkan hingga terjadinya tawuran dengan simpatisan partai lain. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan karena pada umumnya massa simpatisan yang melakukan konvoi adalah massa bayaran yang sering dibayar 50 ribu untuk setiap kali mengikuti konvoi.

3. Konvoi Suporter Sepakbola
bal
Hampir sama dengan simpatisan partai politik, para suporter klub sepakbola di Indonesia masih banyak yang melakukan konvoi yang tidak tertib. Pelanggaran yang dilakukan juga hampir sama yaitu : penggunaan knalpot bersuara bising, menerobos lampu merah, arogansi di jalan raya - tidak menghormati pengguna jalan lainnya, mengendarai motor tanpa memakai helm, hingga tawuran dengan suporter klub lain. Rasa bangga yang semu terhadap klub yang didukung ditambah dengan kurangnya kesadaran akan rendahnya manfaat kegiatan yang mereka lakukan menjadi penyebab konvoi yang meresahkan ini. Hal ini diperparah dengan kurangnya prestasi yang diukir klub sepakbola negeri kita, ditambah lagi dengan organisasi induk pengelola sepakbola yang sedang menghadapi permasalahan dengan pemerintah.

4. Konvoi Kelulusan Siswa Sekolah
20626351331_01f30d8496_o
Ketidakberesan yang terjadi di level masyarakat umum ((oknum) simpatisan parpol dan suporter bola)juga diikuti oleh (oknum) siswa yang harusnya menjadi tulang punggung bangsa pada masa mendatang. Sering dijumpai ketika momen kelulusan, banyak para siswa SMA merayakannya dengan konvoi tidak jelas. Pelanggaran yang sering dilakukan : seragam dicorat-coret, mengendarai motor tanpa helm, urak-urakan di jalan raya. Jika mulai dari muda sudah ada bibit konvoi ga jelas begini maka tidak heran akan ada terus konvoi tidak jelas di level simpatisan parpol dan suporter bola.

Tambahan (guyonan) :

5. Konvoi wisudawan dan wisudawati
wisuda-mtsn-gajah
Adalah hal yang wajar bagi seorang mahasiswa (maupun mahasiswi) untuk mengungkapkan kegembiraan atas kelulusan yang dicapainya. Ada berbagai seremonial yang dilakukan untuk mengungkapkan kegembiraan tersebut, salah satunya adalah arak-arakan wisudawan dan wisudawati oleh teman-teman seangkatan dan sejurusannya mengelilingi kampus menggunakan sepur mini. Ternyata momen ini menimbulkan keresahan bagi kalangan lainnya yaitu mahasiswa yang belum lulus.

6. Konvoi pasangan yang baru saja menikah

Siapa yang tidak gembira setelah resmi mengakhiri label jomblo tuna asmara yang disandang setelah bertahun-tahun lamanya dengan bersanding bersama pujaan hati di pelaminan? Oleh karena itu menjadi hal yang sangat wajar bagi pasangan yang baru menikah untuk diarak menuju tempat resepsi bersama dengan para kerabat. Wajah sumringah dan senyum tak pernah lelah menghiasi kedua mempelai. Ternyata kejadian ini menimbulkan keresahan bagi mantan kekasih penyandang gelar tuna asmara "belum menikah", timbul rasa iri dan keinginan yang sangat besar untuk merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang dirasakan kedua mempelai di pelaminan.

Demikian 5 jenis konvoi di jalan raya yang kerap kali mengusik ketentraman hati masyarakat. Akhir kata, marilah kita menjaga kondisi ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) agar selalu kondusif.

Izinkan abang konvoi di hati adek..
,
 
 
Copyright © 2011-2017 | Surya Blog