NgeShare - Rezeki

Pagi ini, aku menemani kakak pergi ke stasiun kereta api. Dengan maksud dia ingin mencetak tiket kereta yang akan mengantarkannya lusa. Tak butuh waktu lama, hanya perlu seperempat jam saja, kami pun tiba. Tiba di depan stasiun kota yang masih terlihat sepinya. Belum terlihat seseorang bekerja, bahkan pintu masuknya masih tertutup dengan rapinya. Menegaskan bahwa stasiun itu masih belum buka. Namun, kakak tak meyakininya begitu saja. Ia lantas mencoba berkeliling ke sana, mencoba melihat-lihat dan siapa tahu ada seorang petugas yang dapat ditanyainya.

Sembari dalam keingintahuannya, di luar aku menunggunya, hingga selesai keperluannya. Bosan? Ah, tidak juga, sebab masih ada yang dapat kulakukan sementara. Seperti mengamati dan memahami dari setiap kendaraan maupun orang-orang yang berlalu lalang di jalan depan stasiun kereta api.

Namun, di tengah-tengah pengamatan dan pemahaman yang sedang kujalani, ada sebuah angkutan yang menarik untuk kupandangi. Ya, sebuah angkutan bewarna kuning yang terlihat tak asing.


Kala itu kuperhatikan, dia masih terdiam, terdiam di tepi jalan sendirian, tanpa suara mesin yang didendangkan. Pikirku, ah mungkin karena ini masih pagi, diamnya pasti karena sedang menanti, menanti mereka yang akan datang maupun pergi. Apalagi di dalamnya kulihat hanya seorang duduk di kursi depan sebelah kanan yang mengisi, menegaskan bahwa dia baru akan memulai hari ini. Ya, memulai hari ini untuk menjemput rezeki...

2 comments: