Suatu ketika, setelah saya meng-upgrade sistem operasi di komputer saya dari linux xubuntu 17.10 ke linux xubuntu 18.04, saya menjalankan perintah sudo apt-get update dengan tujuan untuk meng-update sistem operasi saya tersebut. Namun, setelah menjalankan perintah update di terminal, saya justru mendapati pesan seperti berikut ini.



Tak terasa bahwa ramadhan tahun ini telah di penghujung jalan, dan lebaran yang dinantikan sebentar lagi akan datang. Sambil menanti kedatangan, maka oleh seorang ibu yang sabar lagi penyayang, sesuatu ia persiapkan. Pagi-pagi sebelum langit semakin benderang, mulailah ia ke pasar dan mengupayakan sebuah pencarian untuk menghadirkan masakan kesukaan yang ingin ia sajikan dalam rangka memeriahkan suasana malam takbiran dan esoknya di hari kemenangan. Sendirian ia menyusuri lorong-lorong pasar, dengan harapan dapat menemukan bahan-bahan yang diperlukan. Menemui beberapa pedagang, tak lupa tawar-menawar dilakukan, agar nantinya dana yang telah disiapkan dapat memenuhi keperluan yang mesti dibeli untuk dibawa pulang. Tak lama waktu dilalui, semua yang diperlukan telah terbeli dan siap untuk dibawa kembali, kembali ke rumah untuk segera diolah, dan kemudian tersaji bagi anak-anak yang senantiasa telah menanti.
Kukira senja itu istimewa, tapi hari ini aku baru menyadari bahwa ia ternyata biasa saja. Ya, biasa saja, sebab ia dengan mudahnya berlalu begitu saja di saat diri sedang senang-senangnya menyambut kehadirannya.
Dulu aku pernah mendengar seseorang berkata, "Untung aku tak menjadi pohon yang hidupnya terlihat diam dan membosankan. Bila demikian, aku tak akan merasakan keindahan dalam kehidupan."

Namun, hari ini aku merasa menyadari bahwa, "Sesekali ada baiknya menjadi seperti pohon, meskipun terlihat diam tetapi dia mampu membahagiakan insan-insan yang mencari keteduhan atas panas yang mereka rasakan di waktu siang datang."
Suatu ketika, kau datang dengan tiba-tiba di saat aku tengah menatap senja. Waktu itu kau berlari, menghampiri aku yang sedang menyendiri. Lalu kau memelukku erat, hingga aku terperanjat. Ya, terperanjat, sebab aku tak siap dengan hadirmu yang terlalu cepat. Kehadiranmu kala itu membuatku bingung, dan akhirnya aku bertanya padamu,

"Mengapa kau kemari?", tanyaku sambil melihatmu masih memelukku.

"Aku rindu, maka aku ingin bertemu, bolehkan?" jawabmu sambil sedikit manja.

"Rindu? Ya, kau boleh rindu, tapi ketika ingin bertemu, setidaknya kabari dulu aku." sahutku.

"Maaf, ini kulakukan sebab aku ingin memberimu kejutan." jawabmu sambil menunjukkan raut wajah yang terlihat merekah.
Bila kau merasa lelah, maka sejenak beristirahatlah,
Bila kau merasa rindu, maka buatlah rencana untuk bertemu,
Bila kau merasa sepi, maka siapkan diri untuk mencari,
Dan bila kau ingin pulang, maka aku akan menyambutmu dengan senang...