22 September 2017

NgeShare - Pasti

Sempet minder, sempet baper, ngeliat satu persatu temen udah nikah. Apalagi kalau itu temen masa kecil yang dulu sama-sama masih umbelan (ingusan), sering nangis kalau nggak diajak dolanan. Aish, nggak nyangkanya dia malah nikah duluan. Ya, mungkin itu emang udah rezekinya, lha wong gimana lagi, dianya udah kerja, duit udah ada, pasangan siap juga, siap berkeluarga pula, ya, tinggal disahin aja. 

Hmm...sekarang saya jadi paham dengan yang dulu dirasakan kakak saya ketika menerima undangan pernikahan temannya. Cukup membuat loyo mental, apalagi kalau ditanya, "Kapan nyusul ke pelaminan?" 

Lah, boro-boro mau nyusul, lulus kuliah aja belom, kerja juga belom, apalagi pasangan belom available, ya do'akan ajalah gan. Sebenarnya mengenai itu, kembali kepada proses. Setiap orang pasti selalu melewati proses sesuai dengan jalan hidup ninja yang dipilihnya. Kalau untuk masalah nikah, semua orang bisa, namun untuk waktunya, ya, tergantung yang menjalaninya.

Nikah itu seperti menabung, tak serta merta jadi banyak langsung, ada proses dan kesabaran yang dilalui untuk mengumpulkan. Begitu pun dengan menikah, tak serta merta ijaban dan sah, pasti ada proses dan kesabaran yang dilalui, terutama untuk membangun kesiapan sebelum akad dilangsungkan. Akad itu mudah dilakukan, yang susah itu ketika telah menjalankan, sebab ujian terhadap kesetiaan kadang kala menghadang, maka dari itu kesiapan amat diperlukan. 

Mengenai sudah atau belumnya berpasangan, pada akhirnya nanti semua akan bertemu juga, bertemu dengan yang telah menjadi pilihan dan akan diajak bersama-sama berjuang. Saya jadi teringat kata-kata bu Lurah waktu Kuliah Kerja Nyata (KKN) kemarin, "Nyari pacar itu mudah, yang sulit itu nyari jodoh yang mau diajak hidup seneng dan susah." 😁


+ komentar + 2 komentar

Hha Sur..Sur, semoga cepat dipertemukan ya :))

Post a Comment

 
 
Copyright © 2011-2018 | Suryablog